SAGA
Kamu dimana Ga?
Ini adalah pesan singkat kelima yang masuk ke handphone Saga. Pesan dari Kinar, seorang gadis yang sudah 6 tahun belakangan menjadi kekasihnya. Orangtua Saga dan Kinar berteman dekat sehingga sejak kecil mereka sudah berteman sampai akhirnya pada akhir semester di SMA mereka mulai dijodohkan. Kinar gadis yang cantik, baik dan perhatian, tidak sulit bagi Saga untuk jatuh cinta pada Kinar. Ditambah lagi Kinar sangat mendukung karir Saga dibidang musik.
Latihan band, Sayang. Nanti kalo udah selesai aku kabarin yah
Saga segera membalas pesan singkat Kinar, sebelum gadisnya memberondongnya dengan puluhan sms lainnya.
Ok sayang, semangat ya!
Balasan dari Kinar pun kembali masuk ke handphone Saga.
Ah Kinar…maafkan aku, kalau saja kamu tau aku sedang berkencan…
***
KINAR
“Saga kenapa ya Na? Belakangan ini sikapnya agak aneh deh” curhat Kinar pada Luna, sahabatnya.
Luna mematikan hairdryernya dan menatap Kinar
“Aneh kenapa? Bukannya Saga emang udah aneh ya?!” ujar Kinar sambil menyisir rambutnya.
“Ga tau ya Na. Gue ngerasa ada sesuatu yang gue gak tau. Tatapan mata Saga tu berubah Na” ujar Kinar lagi.
“Kenapa matanya? Memerah? Pupil membesar? Atau bulu mata semakin lentik?! Kinar…Kinar…kayaknya lo butuh liburan deh” jawab Luna.
“Serius Na! Ada yang beda dari Saga!” kata Kinar dengan cemberut.
Luna menangkan kerutan wajah sahabat baiknya itu.
“Nar, gak ada yang berubah dari Saga. Saga yang gue kenal tetep tengil, tetep cuek dan tetep sayang sama sahabatu gue yang satu ini” ujar Luna menecolek dagu sahabatnya.
“Iya kali ya Nar, gue terlalu khawatir” ujar Kinar tertunduk lemas.
BIP BIP!
Sebuah pesan masuk ke handphone Kinar. Pesan balasan dari Saga. Dan Kinar kembali tersenyum.
***
SAGA
Saga membongkar lemari bajunya, mencari uang yang waktu itu pernah Ia selipkan diantara tumpukan pakaiannya. Hari ini Ia akan kembali berkencan dengannya dan Kinar tidak boleh mengetahui hal ini. Dia berbeda dari Kinar, dengannya aku merasa tenang. Ia mampu memberikanku semangat berlebih, menghilangkan semua kepenatan dan seperti membuat semua masalahku hilang. Denganya seperti menari di atas awan, semua tenang semua nyaman. aku bisa tertawa seharian tanpa peduli semua masalahku. Aku memanggilnya Surga.
Aku tau aku salah pada Kinar, tapi Kinar tidak akan mau menerima alasan apapun ketika mengetahui hal ini. Kinar pasti akan marah besar padaku. Aku cinta Kinar, aku tak mau kehilangan Kinar. Tapi kalau aku harus meninggalkan semua ini, aku tak mampu.
Orangtuaku pun tidak tau soal ini, mereka sayang Kinar. Mereka pasti akan murka padaku ketika tau anak lelaki yang dibanggakannya melakukan hal ini. Aku belum sanggup menerima amukan kedua orangtuaku. Maafkan Saga Mam dan Pap, mungkin saat ini Saga sudah mengecewakan kalian. Tapi Saga tidak bisa meninggalkan ini semua, Surga yang terlalu mengikat, terlalu nikmat untuk dilepaskan.
***
KINAR DAN SAGA
“Ga, aku boleh jujur sama kamu?” tanya Kinar lembut.
DEG!
Feelingku mendadak merasa tidak enak.
“Kenapa sayang?” ujarku berusaha menyembunyikan kepanikan diri.
“Entah kenapa ya Ga, aku ngerasa ada sesuatu deh sama kamu”
"Hah? Maksudnya?" tanyaku makin deg-degan.
"Aku juga ga tau Ga, tp aku ngerasa ada yg aneh sama kamu." Jawab Kinar lagi.
"Aneh gimana? Kayaknya semua biasa-biasa aja deh" kataku mulai cemas.
"Kamu makin sulit dihubungin. Makin sering pergi-pergi ga jelas gitu loh" kata Kinar
"Oh ya ampun sayang, aku lagi ada bisnis sama temenku. Aku ga bisa bilang sekarang tapi kalo bisnisnya sukses, aku pasti ajak kamu seneng-seneng deh" ujarku berbohong.
"Oh..syukurlah kalo gitu sayang. Apapun itu selama menurut kamu yang terbaik, aku dukung sayang" ujar Kinar sambil tersenyum tulus.
Ah Kinar...jangan lagi kau berikan senyuman itu. Senyum itu membuatku semakin tak mampu menyakitimu. Aku tak bisa memilih antara kamu dengannya. Maafkan aku Kinar...
***
SAGA
Aku kembali menghabiskan waktu dengannya. Dia kembali membuatku gembira. Membuatku melupakan masalah recording yang tertunda. Melupakan maslah orangtuaku yang terus mendesakku mengambil langkah serius dengan Kinar. Melupakan masalah skripsiku yang tak kunjung selesai. Semua masalahku dibawanya pergi.
Kini aku yakin, aku ingin terus bersamanya!
***
KINAR
Sikap Saga belakangan ini semakin membuatku penasaran. Saga tidak seperti yang kukenal dulu. Disadari olehnya atau tidak, Ia berubah menjadi lebih temperamental, lebih banyak gelisah dan lebih sering menghilang tiba-tiba. Ada apa dengan Saga-ku ya?
Banyak selentingan kabar buruk kudengar soal Saga dari teman-temanku maupun teman-teman bandnya. Tapi aku tetap berusaha mempercayai Saga. Bagaimanapun Saga adalah cinta pertama dan semoga akan jadi yang terakhir. Dan lima tahun bukan waktu yang sebentar untuk memiliki memori indah dengannya.
Saga adalah pria yang tulus. Dibalik sikap cuek dan belagunya, dia menyimpan sejuta perhatian yang siap diberikan kapanpun aku butuh. Aku masih bisa mengingat bagaimana Ia menyebutkan namaku ketika pertama kali Ia dan bandnya manggung di acara pentas seni kampus kami. Dan juga bagaimana Ia menyiapkan suprise dinner di anniversary jadian kami yang keempat. Semua tentang Saga selalu special.
***
SAGA
Sudah kuputuskan untu menghentikan semua ini. Kinar terlalu berharga untuk kusakiti. Kemarin aku melihat Kinar sedih dan kata Luna semua gara-gara aku.
Hari ini semua akan kuakhiri. Aku harus kembali pada Kinar. Ini terakhir kali aku bersama surgaku. Dan atas permintaan Donny, aku mau menghabiskan waktu lebih lama bersamanya toh ini terakhir kalinya. Maafkan aku Surga, demi Kinar kita harus berakhir.
Dan ini menjadi hal terakhir yang aku sesalkan...
***
KINAR dan SAGA
"Ga, selamat anniversary yang ketujuh Ga. I always love you. Apa kamu bisa merasakannya" ujar Kinar terisak.
Gadisku mulai meneteskan air matanya. Raut wajahnya memperlihatkan betapa sedih hatinya. Tapi yang lebih tersiksa adalah aku tidak dapat memeluknya! Aku tidak dapat mengusap air mata dan menghapus kesedihan Kinarku! Oh Tuhan...beri aku kesempatan satu kali lagi. Aku berjanji akan menjaganya dengan seluruh kemampuan bahkan dengan nyawaku!
"Ga, seandainya aja kamu kasih tau aku waktu itu. Mungkin semuanya ga akan seperti ini. Aku gak akan marah dan membencimu Ga. Cintaku terlalu besar untuk melakukan itu. Seandainya aku percaya kata teman-teman dan berusaha menyelidikinya, mungkin kamu masih bisa diselamatkan Saga" Kinar semakin terisak.
Ya Tuhan!! Jerit Saga.
Tuhan, aku tak mampu lagi melihat gadisku seperti ini. Maafkan aku Tuhan, aku tau aku salah. Surgaku yang menyebabkan semua ini. Tuhan aku mohon berikan aku kesempatan kedua.
Harusnya aku tak percaya Surga begitu saja, harusnya aku tidak pernah mengenal Surga!!! Sekarang aku hanya dapat terbaring tak berdaya, seluruh tubuhku tak lagi bisa berfungsi. Ini semua karna heroin itu!! Ya heroin itu, si surga!! Seandainya hari itu aku tidak mendengarkan kata Donny untuk menambah dosisnya, saat ini aku pasti bisa memeluk Kinar erat-erat. Kata dokter konsumsi heroin yang berlebih membuat pembuluh darahku otakku bermasalah. Dan kini
Ampuni aku Tuhan, sungguh aku butuh kesempatan kedua itu. Kalau Kau tak mau melakukannya untukku. Maka lakukanlah untuk malaikatku ini. Aku mohon...
Kinar tersentak merasakan sebuah gerakan pada jari Saga. Segera Kinar berteriak "Terima kasih Tuhan!!!"

0 komentar:
Post a Comment