Sendok dan garpu adalah sepasang peralatan yang memang diciptakan untuk berpasangan. Lalu bagaimana kalau sendok adalah peralatan yang senang mencari tantangan?
sendok yang memang sudah ditakdirkan untuk mendapat jodoh berbentuk garpu, mencoba melawan takdirnya untuk berteman dengan pisau. Pisau terlihat tampan dengan ketajamannya, terlihat dapat melindungi sendok dari kejamnya dunia kuliner. Namun sendok tidak sadar, suatu saat ketajaman pisau akan melukainya. Berulang kali piring, teko dan cangkir memperingatkan sendok untuk tidak mendekati pisau. Namun sendok yakin dengan dirinya bahwa berteman dengan pisau tidak akan menyakiti dirinya.
Mungkin sendok dan pisau memang hanya berteman, namun pandangan peralatan lain terhadap mereka berdua. Seperti halnya di dunia manusia, pandangan masyarakat tercipta bukan tanpa sebab. Kedekatan sendok dan pisau dinilai semua peralatan terlalu berlebihan, terlalu dekat sehingga sangat berbahaya satu sama lain.
Sendok memang cukup terpandang di kalangan peralatan makan. Bentuknya elok dan berliuk, setiap lekukannya sangat indah dan mulus. Karena karunia Tuhan tersebut, terkadang Sendok menjadi sombong dan tidak memperdulikan lagi nilai-nilai moral yang ada. tidak memperdulikan nasihat orang yang berniat baik padanya, bahkan cenderung bersikap merendahkan peralatan yang lainnya.
Kini sendok hidup dengan kesombongannya. Ia tetap bertahan bersama dengan pisau. Ia tidak memperdulikan nasehat dan omongan peralatan yang lain. Dan saya sebagai penulis hanya berharap semoga si sendok kelak sadar akan perbuatannya. Dan semoga saat dia sadar, semua belum terlambat. Semua belum terlanjur memusuhi dan berpandangan negatif terhadapnya.
Mari semua berdoa untuk kesadaran sendok...amen.
"Moral of the story : terkadang tidak semua yang kita yakini benar, terlihat benar juga dimata orang lain. Nasehat dan masukan dari orang lain janganlah dulu dipandang sebelah mata. Karena setiap manusia tidak mungkin hidup dalam satu komunitas saja."
cheers,
Msnara-instupidlove ^o^

0 komentar:
Post a Comment