Pemandangan di kereta sore ini benar-benar membuat saya gatal untuk menulis. Ada seorang ayah dan anaknya naik kereta dan duduk tepat di depan saya. Ketika sang ayah duduk sementara anakny tidak dengan tanpa tedeng aling-aling sang anak berkata "Awas pap, aku aja yang duduk". Miris banget liatnya >.<
Kasih ibu memang sepanjang masa. Tapi pernah berpiki gak kasih ayah sejauh mana?
Ketika semua orang sibuk mengelu-elukan sosok ibu, mungkin di belakang ayah sedang meratap miris.
Saya menulis ini bukan karena dendam tertentu pada sosok ibu. Bukan juga merasa sakit hati sama ibu. Cuma saya selalu berpikir bagaimana dengan ayah?
Tidak ada hari ayah dan tidak ada juga award2 khusus untuk ayah. Padahal selama ini ayah juga ikut berjuang membesarkan kita.
Ketika kita sedih, ayah juga sedih namun karna terbatasnya jenis ekspresi pada pria hingga beliau menunjukkannya dengan cara marah. Boleh ditanyakan pada para ayah, ketika mendapati anaknya pulang larut malam atau terlebih pulang pagi, dibalik ekspresi marahnya ada rasa lega luar biasa anaknya sampai rumah dg selamat.
Ibu memang berjuang mempertaruhkan nyawa untuk melahirkan kita. Dan saya sangat menghargai dan berterima kasih karenanya. Tapi pernahkah berpikir kalau ayah juga mempertaruhkan nyawanya ketika mencari nafkah untuk menghidupi kita? Mungkin di jalan, ketika begitu banyak bahaya mengancam,beliau tetap pergi bekerja mencari nafkah.
Sekali lagi tulisan ini hanyalah sebuah karya say untuk ayah, ungkapan rasa terima kasih saya pada ayah. Bukan mengajarkan orang untuk tidak menghargai ibu. Mereka orang-orang hebat yang bahkan dengan hadiah nyawa pun belum pantas untuk mengganti jasa-jasanya.
Saya gerah ketika menemukan seorang anak bersikap kasar pada ayahnya. Bersikap seolah-olah ayahnya tidak perlu ikut campur dalam masalah hidupnya. Taukah dia hati ayahnya terluka oleh semua sikapnya?
Yang ingin saya bagi adalah ada baiknya kita menghargai dan berbakti pada kedua orangtua kita. Baik ayah maupun ibu, keduanya sudah bekerja sama membesarkan kita.
Sayangi mereka ya ^.~

0 komentar:
Post a Comment