Tuesday, October 21, 2008

Hujan turun karena angin memaksanya atau karena awan meneteskan airmata?

aku adalah awan. aku membuat langit menjadi indah. namun aku juga bisa membahagiakan umat manusia dengan menurunkan hujan sekaligus membuat manusia menjadi sedih ketika hujanku menjadi bencana. aku menyukai matahari yang terlihat sangat indah.

aku dan matahari berteman sejak lama sampai akhirnya sampai pada satu keputusan kami saling mencintai. cinta adalah suatu rasa yang kata orang sangat indah. itu yang kurasakan bersama awan...pada awalnya. setelah melihat ada bintang, bulan dan planet, matahari berpaling pergi.
matahari mulai mencintai bintang dan membuatku menangis. namun bodohnya aku menunggu dan terus menunggu. setelah mereka berpisah, aku senang walaupun di depan awan aku pura-pura ikut bersedih.

kemudian setelah dua tahun aku mencintainya namun saat itu awan mengenal bulan dan mereka saling jatuh cinta. mtahari sangat bahagia menceritakan keindahan bulan padaku. matahari tidak tau aku menangis sedih, kala itu bumi banjir karena tetes airmata kepedihanku. ketika bulan mengkhianatinya, matahari berkeluh kesah dan menangis dihadapanku. aku memeluk wajahnya sambil tersenyum bahagia.

ketika harapan itu datang, awan itu kembali datang membawa sebuah cerita bahagia untuknya tapi tidak untukku. matahari bercerita mengenai keindahan matahari dan betapa Ia sangat ingin bersanding dengan sebuah planet indah yang disebut manusia bintang kejora. kali ini aku menyerah. harapan itu sudah hilang. awan itu hanya menganggapku sahabat tidak lebih. aku menangis kembali dan membuat bumi menjadi banjir. aku sedih.

ketika itu angin datang membawa kesejukan. angin setia mendengarkan ceritaku, Ia menampung segala keluh-kesahku. angin itu selalu menghiburku dengan menerbangkan seluruh kesedihanku ke atas langit sore. angin menjadi teman yang baik sekaligus terindah dalam hidupku sebagai awan. angin tidak pernah membuatku tenggelam atau menghilang. angin justru membuatku kuat untuk tidak lagi meneteskan hujan. tiba-tiba angin datang membawa satu cinta yang Ia tawarkan untukku. angin bilang Ia akan membawa hembusan kebahagiaan, angin tidak membiarkan aku meneteskan hujan terlalu lebat dan juga tidak membiarkan sinar matahari mengobrak-abrik hatiku.

awalnya kukira cinta. namun ketika matahari kembali berada di dekatku. aku menyerah. aku masih mencintai matahari. dari setiap tetes hujan yang aku keluarkan, angin tahu aku masih mencintai matahari. namun, angin tidak menyerah. angin terus berusaha menggeser posisi matahari dalam hatiku. namun usaha angin sia-sia karena dengan bodohnya aku masih mencintai matahari. ketika angin tahu, angin kecewa. angin pergi, pergi menjauh. pergi ke tempat dimana aku tidak bisa menemukannya. entah ke benua lain atau justru ke cakrawala.

ketika itu rasa kehilangan yang mendalam kurasakan. walaupun matahari menemaniku namun ada yang hilang. kesejukan yang angin hembuskan sudah tidak lagi terasa. panas matahari begitu menyengat, aku menjerit. aku kehilangan! aku merindukan angin. aku jadi tidak lagi merasa nyaman menemani matahari. aku lebih merasa nyaman bersama angin yang selalu menjaga dan melindungiku. aku mencintai angin!

hujan menetes lagi. kali ini bumi benar-benar dilanda banjir besar. banjir yang membuat manusia menjadi kalang kabut. hujan kali ini bukan karena awan meneteskan airmatanya untuk matahari tapi karena penyesalan awan membuat angin pergi. angin, maafkan awan. kembalilah angin.

0 komentar: